Krisis listrik di Eropa
newsinpi.com – Pemutusan daya skala besar menghantam mayoritas wilayah semenanjung Iberia pada hari Senin, tanggal 28 April 2025, yang menimbulkan keresahan di antara penduduk Spanyol dan Portugal. Kejadian tersebut memberi dampak luas kepada banyak aspek seperti tranportasi publik, fasilitas medis, serta jasa perbankan.
Pemadamannya disebabkan oleh penurunan suplai tenaga listrik dengan intensitas tinggi dan mendadak, sehingga mengganggu koneksi jaringan listrik di antara Spanyol dan Prancis, demikian dilaporkan oleh operator sistem listrik Spanyol REE (Red Eléctrica de España).
Kementerian Energi Spanyol menyatakan bahwa sistem tenaga listsrik mengalami hilangnya daya sebesar 15 Gigawatt hanya dalam rentaan lima detik pada kira-kira pukul 10:33 GMT.
“Efek dari penghentian tersebut serta adanya ketidakseimbangan signifikan pada produksi daya listrik dalam jaringan kelistrikan kami menyebabkan kegagalan seluruh sistem,” kata Eduardo Prieto, Direktur Operasi Sistem REE, saat memberi keterangan pers.
Meskipun demikian, pada hari Senin malam, sumber utama dari pemadaman masih belum bisa ditentukan. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menggariskan bahwa “tidak ada teori yang diabaikan” selama investigasi permulaan.
“Ini merupakan hal yang tidak pernah dialami sebelumnya,” katanya dalam sambutan nasional.
Portugal menyatakan bahwa permasalahan bermula dari sistem kelistrikan di Spanyol, sementara Spanyol malah menyalakan pintu kepada masalah yang berkaitan dengan Prancis. Pihak operator jaringan listrik Prancis, yaitu RTE, melaporkan terdapat sejumlah pemutusan daya pendek di bagian utara Perancis dan setelah itu mereka membantu dalam penyediaan energi ke Spanyol.
Pengaruh yang Meluas ke Beberapa Bidang Karena Krisis Listrik di Eropa
Pemadaman listrik ini menyebabkan Spanyol dan Portugal hampir tak berfungsi. Pemerintah dalam negeri Spanyol menetapkan status darurat nasional dan memobilisasi 30.000 personel polisi untuk mempertahankan keamanan publik. Gangguan daya terjadi di sejumlah pusat urban utama termasuk Madrid, Barcelona, sampai Lisbon.
Bandara, fasilitas perawatan medis, dan sistem transportasi publik menderita akibat hal ini. Rumah sakit-rumah sakit yang berada di Madrid dan Catalonia membatalkan seluruh prosedur-operasi biasa mereka dan fokus pada penanganan pasien-pasien kritis saja melalui penggunaan pembangkit listrik cadangan. Tidak hanya itu, beberapa instalansi produksi minyak beserta rangkaian gerai ritel seperti Lidl dan IKEA pun dipaksa untuk tutup sementara.
Di sektor transportasi, metro di Lisbon dan Porto ditutup, kereta api dibatalkan, dan lalu lintas kacau akibat matinya lampu lalu lintas. Gambar dari Madrid menunjukkan kemacetan panjang dan warga yang mengambil inisiatif mengatur lalu lintas secara manual.
“Saya hanya tidak tahu harus berpaling kepada siapa. Putri saya di Barcelona sedang melahirkan. Kami akan kehilangan koneksi untuk sampai ke sana,” kata seorang warga, Angeles Alvarez, yang terdampar di luar stasiun kereta Atocha.
Di dunia maya, lalu lintas internet anjlok hingga 90% di Portugal dan 80% di Spanyol, menurut data Cloudflare Radar.
Pemulihan Bertahap
Walaupun sempat mengalami pemadaman total, listrik perlahan dinyalakan lagi dimulai dari senja hari Senin. Wilayah Basque dan Barcelona menjadi daerah pertama di Spanyol yang menerima kembali pasokan listrik, disusul beberapa bagian Madrid pada malam harinya.
Operator jaringan Spanyol REE menyatakan bahwa sekitar 61% pasokan listrik telah pulih menjelang tengah malam, sementara itu di Portugal, 85 dari 89 substation sudah bekerja dengan baik, demikian dilansir oleh operator REN.
Enagas, perusahaan utilitas asal Spanyol, telah menyalakan sistem darurat guna memenuhi kebutuhan pasokan energi saat proses pemulihan. Menurut Eduardo Prieto, pembersihan dan pengembalian jaringan listrik hingga mencapai status normal akan memerlukan durasi ” beberapa jam”.
Dalam keadaan itu, Walikota Madrid Jose Luis Martinez-Almeida meminta penduduknya agar tetap berada di dalam rumah.
“Penerangan jalan kota belum sepenuhnya pulih, sangat penting bahwa layanan darurat dapat bersirkulasi,” ujarnya dalam video yang diunggah di media sosial.
Dugaan Awal dan Antisipasi Serangan Siber
Meski belum ada bukti jelas penyebab utamanya, beredar spekulasi mengenai kemungkinan sabotase atau serangan siber.
“Tidak ada indikasi bahwa ini adalah serangan siber,” ucap Perdana Menteri Portugal Luis Montenegro.
Namun demikian, ia masih membuka kesempatan untuk penyelidikan tambahan.
Sementara itu, Pedro Sanchez mengaku sudah berbicara dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte untuk mendiskusikan situasi ini dalam konteks keamanan regional.
“Teknisi sedang bekerja untuk mencari tahu mengapa penurunan tiba-tiba itu terjadi,” ujar Sanchez.
Catatan Sejarah Pemadaman Listrik di Eropa
Insiden pemutusan daya masif yang terjadi di Spanyol dan Portugal ini menimbulkan kembali kenangan tentang peristiwa semacam itu dari waktu lampau. Di tahun 2003, kendala pada sistem pembangkit listrik berdaya air antara Italia dan Swiss memicu pemadamannya secara luas di Italia hingga mencapai durasi kurang lebih 12 jam.
Di tahun 2006, sistem kelistrikan yang overbeban di Jerman mengakibatkan pemutusan daya secara luas mencapai hingga ke Maroko.
Dengan ketergantungan yang sangat tinggi pada sumber daya energi terbarukan – sekitar 43% untuk tenaga angin dan surya serta 20% untuk nuklir – jaringan listrik di Spanyol dipandang memiliki risiko cukup besar mengalami gangguan akibat ketidaktegasan dalam pasokannya. ***
